Teknik negosiasi proyek yang sukses

Teknik negosiasi proyek yang sukses

Teknik Negosiasi

           Siapa yang tidak ingin mendapatkan proyek? Apa lagi kalau proyek besar pastinya akan merasa sangat senang dan bersemangat bila deal dengan klien.

Kalau mau mendapatkan proyek ya kita haru mampu bernegosiasi tentunya!

Kalau tidak bisa dan belum percaya diri akan negosiasi, harus mau belajar, sebab…

            Teknik negosiasi itu penting kita pelajari, terlebih lagi dalam dunia arsitektur, karena negosiasi merupakan salah satu pintu gerbang atau kunci mendapatkan proyek yang kita bidik, dan juga untuk memenangkan hati klien yang akan membawa kita pada pada jaringan pergaulan yang makin luas.

Sebagai arsitek atau teknik sipil yang memilih karier sebagai konsultan atau kontraktor mandiri (freelancer), keahlian dalam bernegosiasi harus terus menerus di kembangkan dan di latih agar baik lagi. Walaupun nanti dengan sendirinya akan terus berkembang seiring dengan berjalan nya waktu dan semakin sering kita bertemu dengan banyak calon klien.

Hal apa saja yang perlu anda lakukan sebelum negosiasi ?

Berikut ini beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum melakukan negosiasi kepada calon klien :

  • Pastikan anda mengetahui apa yang di inginkan oleh klien, sehingga anda dapat menyesuaikan segala hal yang menjadi keinginan para klien anda.
  • Pertimbangkan posisi kita terhadap klien tersebut, atau pun dengan proyek yang akan di bicarakan.
  • Apakah kita membutuhkan proyek tersebut untuk dapat mewujudkan ide ide kita, atau hanya untuk sekedar menyambung hidup?
  • Kita harus melihat dan menilai apakah calon klien tersebut dapat menjadi relasi dalam jangka panjang untuk kemajuan usaha dan profesi kita?
  • Kita harus mengetahui patokan “Harga” pasaran yang berlaku saat itu pada lokasi atau area proyek itu berada, itu bisa di jadikan acuan dalam menentukan penawaran harga. Artinya berapa pun harga yang kita tawarkan tentunya tidak akan merusak dan merugikan pasaran atau pin kita sendiri.

Negosiasi bukan untuk menang atgau kalah

            Negosiasi harus sama sama menang. Kita perlu menggaris bawahi bahwa negosiasi bukanlah kompetisi, jadi jangan mengejar kesepakatan yang hanya menguntungkan dan buat kita senang, sementara klien kita merasa berat hati.

Jangan pula menyepakati sesuatu yang menyusahkan dan merugikan kita hanya untuk menyenangkan hati calon klien kita tetapi negosiasi haruslah menghasilkan kesepakatan bersama yang memuaskan kedua belah pihak.

Klien yang puas akan hasil negosiasi kita akan berujung pada kerja sama berulang untuk jangka panjang, kemungkinan besar klien akan memberikan testimoni bagus dan merekomendasikan kita kepada kerabatnya, serta terjalin nya hubungan baik. Dan seiring dengan itu proyek dan calon calo klien lain akan datang dengan sendirinya. 

Sampaikan apa Spesialisasi anda!

            Ketika bernegosiasi menyangkut proyek. Sampaikan kepada calon klien pelayanan apa saja yang bisa anda berikan dengan proyek tersebut. Simak deadline yang di sampaikan oleh klien, lalu bahas bersama tantang dan apa saja yang bisa di selesaikan dalam target waktu tersebut serta bagai mana mekanisme kerjanya.

Bicara Fee

            Setiap semua arsitek atau pun teknis sipil pastinya ingin mendapatkan “Fee” yang baik, jika kita mendapatkan fee yang bagus dan sesuai harapan pastinya ada perasaan puas atas penghargaan karya serta pemikiran kita. Masalahnya tidak semua klien mau memberikan fee yang baik, kebanyakan klien selalu berharap mendapatkan hasil terbaik dengan fee yang terjangkau.

Bagaimana menghadapi tawaran harga dari calon klien?

            Sudah menjadi sifat alami dan hal yang lumrah jika seorang klien menawar harga yang kita ajukan. Klien dengan budget sebesar apapun pasti akan selalu mencari celah untuk meminta diskon atau pun penurunan harga.

Berikut ini beberapa tips dan trik menghadapi calon klien yang menawar :

  1. Pada saat negosiasi saya akan tekankan untuk membuka peluang pada lingkup proyek tersebut, oleh karena itu cobalah ajukan alternatif scoope pekerjaan. Kurangi beberapa item pekerjaan untuk dapat masuk ke harga yang di tawar oleh klien.
  2. Buatlah penawaran ada dalam beberapa paket pekerjaan, mulai dari paket yang standar hingga paket yang lengkap. Sehingga klien bisa memilih dan menentukan dan memilih sesuai dengan budget nya.
  3. Tawarkan juga Bonus. Kita tau bahwa klien kerap kali lama dalam dalam memberikan keputusan, dengan memberikan tawaran bonus ada benefit lebih yang akan di terima oleh klien apa bila memberikan proyek tersebut kepada kita.
  4. Tawarkan sistem pembayaran per Termin. Hal ini bisa membuat klien tidak terlalu merasa terbebani dalam melakukan pembayaran atau pengeluaran budget yang besar dalam satu waktu.

Terimakasih sampai bertemu di tulisan selanjutnya, semoga bermanfaat!

Dikutip dari : 30Hari Jago Proyek

Oleh : Eddy Purnomo ST

Jadi Arsitek apakah harus jago gambar??

Kunjungi website kami di : ArsitekOnline.ID atau JagoProyek.com

Melayani Penbuatan Gambar Desain :

  • Perencanaan Site Plan
  • Gambar LayOut
  • Gambar 3D Model Rumah
  • Gambar IMB
  • Gambar Kerja Teknis (acuan Kerja Tukang)

Konsultasi langsung di Rumah3Desain.com

Whatsapp 0812 8880 8411

Tlp : 021-7307907

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *